Apa Yang Tampak Kala Gerhana Matahari Total?

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari – Bulan – Bumi berada sejajar dan Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Akibatnya cahaya Matahari terhalang dan permukaan Bumi yang dilewati oleh bayangan inti atau umbra Bulan akan mengalami Gerhana Matahari Total.

Apa saja yang bisa dilihat kala terjadi Gerhana Matahari Total?

Ketika Gerhana Matahari Total dimulai, seluruh piringan Matahari tidak langsung ditutupi oleh Bulan. Bulan akan tampak bergerak perlahan menyentuh matahari dan mulai menutupi wajah sang surya.

Gerhana Matahari Total 2006. Kredit: Geoff Simms
Gerhana Matahari Total 2006. Kredit: Geoff Simms

Pada awalnya, para pengamat akan dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian ketika Bulan melakukan kontak pertama dengan Matahari dan kemudian tampak memasuki piringan Matahari. Setelah itu, akan terjadi kontak kedua ketika gerhana total dimulai dan hampir seluruh piringan Matahari ditutupi oleh Bulan. Pada tahap ini, para pengamat yang berada pada jalur totalitas yang dilewati bayangan umbra Bulan akan dapat melihat Baily’s Bead dan efek cincin berlian.

Ketika seluruh piringan Matahari tertutup sepenuhnya terjadilah gerhana maksimum atau totalitas. Pada tahap ini hanya korona Matahari yang akan tampak. langit menjadi gelap. Totalitas hanya berlangsung beberapa saat dalam hitungan detik sampai beberapa menit. Setelah totalitas berakhir, akan terjadi kontak ketiga saat bayangan Bulan mulai meninggalkan Matahari, dan sang Surya pun kembali menampakkan wajahnya dan para pengamat kembali menikmati gerhana sebagian. Dan untuk mengakhiri pertunjukan spektakuler itu, Bulan pun meninggalkan Matahari yang kembali utuh tampak di langit saat kontak keempat terjadi. Pada kontak ke empat inilah Gerhana Matahari Total berakhir.

Fenomena Saat Gerhana Matahari Total
Saat terjadi Gerhana Matahari Total, ada beberapa fenomena yang dapat dinikmati, di antaranya adalah:

  1. Baily’s beads atau bisa kita sebut manik-manik Baily merupakan fenomena yang akan tampak 10-15 detik sebelum dan sesudah totalitas. Saat Bulan menutupi Matahari, permukaan Bulan yang tidak rata menyebabkan sinar Matahari masih dapat melewatinya. Akibatnya pengamat di Bumi akan melihat fenomena gumpalan cahaya yang mirip manik-manik di tepi piringan Bulan. Nama manik-manik Baily diberikan menurut nama Francis Baily yang pertama kali memberikan penjelasan terkait fenomena cahaya tersebut.

    baileysbeads
    Manik-manik Baily yang dipotret saat Gerhana Matahari Total 2001 oleh Fred Espenak. Kredit: Fred Espenak / Mr. Eclipse
  2. Efek Cincin Berlian, terjadi setelah penampakan manik-manik Baily. Saat Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari dan manik-manik Baily menghilang, akan ada satu manik-manik yang tersisa beberapa detik sebelum totalitas. Pada saat satu gumpalan cahaya ini tersisa, seluruh area lain Matahari sudah tertutup dan hanya korona Matahari yang tampak. Akibatnya lingkaran korona dipadu dengan satu manik-manik Baily akan tampak seperti cincin berlian.

    Efek Cincin Berlian yang dipotret saat Gerhana Matahari Total 1983 dari Tanjung Kodok, Indonesia oleh Fred Espenak. Kredit: Fred Espenak / Mr. Eclipse
    Efek Cincin Berlian yang dipotret saat Gerhana Matahari Total 1983 dari Tanjung Kodok, Indonesia oleh Fred Espenak. Kredit: Fred Espenak / Mr. Eclipse
  3. Kromosfer Matahari akan menampakan pendar kemerahan sesaat setelah efek cincin berlian menghilang dan saat Gerhana Matahari Total.
  4. Korona Matahari. Ketika Bulan sudah sepenuhnya menutupi piringan Matahari, maka lapisan korona Matahari akan tampak seperti cicin tipis dan redup yang mengelilingi Bulan saat totalitas.
  5. Pita bayangan. Sekitar 1 menit sebelum dan sesudah totalitas, akan tampak garis bergelombang cahaya gelap terang pada permukaan polos berwarna sebagai hasil dari cahaya yang dipancarkan oleh Matahari sabit yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi.
  6. Planet dan bintang-bintang yang tidak tampak di siang hari karena tertutup sinar Matahari bisa dilihat saat Bulan menutupi Matahari

Menarik bukan? Tapi untuk memastikan mata tetap aman, pengamatan gerhana matahari sebelum dan sesudah totalitas harus menggunakan filter Matahari. Pengamatan pada saat totalitas dapat dilakukan tanpa filter akan tetapi, segera pastikan untuk kembali menggunakan filter kala Bulan meninggalkan Matahari dan cahaya Matahari kembali menyinari Bumi.

Jangan lewatkan kesempatan menikmati Gerhana Matahari Total di Indonesia tahun 2016!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

astronomer. astronomy communicator by day. co-founder of langitselatan. new media practitioners. story teller and podcaster in the making. social media observer. web developer and web administrator by accident.

Tinggalkan Balasan