Mengapa Gerhana Tidak Terjadi Setiap Bulan?

This post is also available in: English

Gerhana Matahari memang terjadi pada saat Matahari – Bumi – Bulan berada sejajar dimana Bulan berada di antara Matahari dan Bumi pada saat fase Bulan Baru. Dan Gerhana Bulan juga terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Akan tetapi, tidak setiap Bulan Baru bisa terjadi gerhana Matahari. Sama seperti tidak setiap bulan purnama Gerhana Bulan bisa terjadi.

Untuk terjadinya Gerhana, Bulan Purnama dan Bulan Baru harus berada dekat titik simpul.

Bulan bergerak mengelilingi Bumi dalam waktu 27,3 hari dan jika Bulan mengorbit Bumi pada bidang orbit yang sama dengan bidang ekliptika atau orbit Bumi dan Matahari, maka akan terjadi dua gerhana dalam satu bulan. Artinya, setiap bulan purnama, Bumi tidak akan bisa menikmati terangnya cahaya yang dipantulkan Bulan di malam hari karena terjadi gerhana bulan. Dan dua minggu kemudian, akan terjadi gerhana matahari ketika bulan berada pada fase bulan baru. Dan kita pun akan menikmati 24 gerhana dalam setahun, dan Bulan Purnama akan menjadi fenomena langka untuk dilihat.

Sayangnya tidak demikian.

Kemiringan orbit Bulan terhadap Bumi. Kredit: langitselatan
Kemiringan orbit Bulan terhadap Bumi. Untuk terjadinya Gerhana, Bulan Purnama dan Bulan Baru harus berada dekat titik simpul. Kredit: langitselatan

Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi dan Matahari (ekliptika). Karena kemiringan orbit Bulan inilah, tidak setiap fase bulan baru dan bulan purnama, bulan berada tepat sejajar dengan Bumi dan Matahari. Ada kalanya bayangan Bulan melintas di atas atau di bawah Bumi sehingga tidak terjadi gerhana. Gerhana hanya akan terjadi ketika Bulan Purnama dan Bulan Baru terjadi di dekat titik noda atau titik simpul yang merupakan titik perpotongan antara Bulan dan bidang orbit Bumi.

Meskipun demikian, dalam satu tahun kemungkinan terjadinya masing-masing gerhana matahari / gerhana bulan merentang dari dua sampai dengan lima kali. Dan perpaduan gerhana bulan dan gerhana matahari bisa terjadi antara 4 – 7 kali dengan komposisi 2 gerhana bulan 2 gerhana Matahari sampai dengan 2 gerhana Bulan dan 5 gerhana Matahari atau sebaliknya.

Dari seluruh kemungkinan terjadinya gerhana matahari, 28% merupakan gerhana total, 35% gerhana sebagian, 32 % gerhana cincin dan hanya 5% gerhana hibrid.

[divider_line]
Publikasi ulang dari langitselatan: Mengenal Gerhana Matahari

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

astronomer. astronomy communicator by day. co-founder of langitselatan. new media practitioners. story teller and podcaster in the making. social media observer. web developer and web administrator by accident.

3 thoughts on “Mengapa Gerhana Tidak Terjadi Setiap Bulan?

Tinggalkan Balasan