Survei GMT2016: Berburu Matahari di Ternate – Tidore

Sore tanggal 7 April, tim Famtrip Survei Gerhana Matahari 2016 bersama Kementrian Pariwisata tiba di Ternate dan langsung menuju Hotel Bela Internasional. Perjalanan yang didukung oleh Kementrian Pariwisata ini bertujuan untuk mencari lokasi pengamatan,  survei kebutuhan fasilitas di setiap lokasi maupun mencari potensi wisata di setiap lokasi yang dikunjungi.

Di Ternate kami menginap di Hotel Bela Internasional yang merupakan satu-satunya hotel bintang 5 di Ternate. Setelah check-in, sore itu kami sempatkan untuk beristirahat dan berdiskusi tentang perjalanan yang sudah dilakukan. Malam harinya,  kami menikmati hidangan di Warung Tenda Jl. A. Yani yang tak jauh dari pantai dan setelah itu menikmati lezatnya durian di tepi jalan. Ternyata area di sekitar Ternate termasuk di dekat Warung Tenda tersebut merupakan area yang diincar oleh para pemburu gerhana untuk melihat Gerhana Matahari Total. Dan hotel-hotel di Ternate pun sudah banyak dipesan. Malam itu kami juga singgah di Mall Jatiland, satu-satunya mall di Ternate, untuk mencari keperluan yang harus dipakai saat ke Tidore.

Keesokan harinya, kami mulai perjalanan untuk mengunjungi pulau Tidore. Cuaca pagi sangat cerah dan Matahari tampak di ufuk timur meskipun awan menggantung di langit. Kehadiran Gunung Gamalama di Ternate menjadi salah satu alasan bertahannya awan. Tapi semakin ke selatan maka kemungkinan untuk tutupan awan yang berkurang semakin baik. Pulau Tidore, Mare, Moti dan Makian, bisa menjadi alternatif lain untuk pengamatan dan mudah diakses dari Ternate.

Rencana awal adalah melihat beberapa lokasi dan bertemu Sultan Tidore. Sayangnya Sultan tidak sedang berada di Tidore sehingga kami pun hanya berkeliling melihat Benteng Tahula dan Kesultanan Tidore. Kedua lokasi ini memang berhadapan dengan arah timur, sehingga kami pun bisa menikmati indahnya matahari pagi. Meskipun berawan tapi Matahari masih dapat dilihat. Jika melakukan pengamatan dari Benteng Tahula tentu akan menarik. Sayangnya tidak mudah mengangkut peralatan naik ke benteng tersebut. Tapi pemandangannya super keren dari sini.

Dari Benteng Tahula, kami menuju ke Kesultanan Tidore. Begitu tiba, yang menarik perhatian kami adalah halama di Kesultanan Tidore yang luas yang bisa dijadikan pilihan menarik bagi pemerintah kota Tidore sebagai lokasi pengamatan Gerhana Matahari. Tak hanya itu, pemerintah Kota tidore bisa menggunakan momen tersebut untuk mempromosikan Kesultanan Tidore dan area wisata di pulau ini. Halaman yang luas dan datar merupakan keuntungan tersendiri dan memberi kemudahan bagi para pengamat untuk melakukan pengamatan. Meskipun Sultan tak bisa ditemui, kami tetap memperoleh kesempatan untuk melihat-lihat Kesultanan Tidore. Kami berkeliling sambil mendengar kisah kesultanan Tidore sambil melihat-lihat koleksi di Kesultanan.

Setelah berkeliling Tidore sambil menikmati indahnya pantai, kami pun kembali ke Ternate dan langsung menuju Restoran Florida untuk makan siang bersama Walikota Ternate, Bapak Burhan Abdurahman beserta jajaran dari dinas Pariwisata Ternate.

Restoran Florida punya pemandangan yang luar biasa indah, dimana para pengunjung bisa melihat gunung Maitara yang ada di uang 1000 rupiah dan menikmati hijau dan biru lautan di hadapannya. Sayangnya kalau pandangan kita arahkan tepat ke bawah balkon restoran maka di tepi pantai tampak sampah yang bertebaran.

Siang itu kami disuguhi makanan khas Maluku, seperti pupeda, pisang rebus dan juga kasbi (singkong) rebus. Sambil makan, Xavier, sang pemburu gerhana dari Perancis menceritakan tentang keindahan Gerhana Matahari Total yang membuat tertarik para turis. Menurut Pak Burhan, pemerintah Kota Ternate sudah mengetahui kehadiran para turis untuk GMT 2016 dari peningkatan pemesanan hotel di Ternate. Dan pemerintah kota Ternate juga sudah memulai berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan para turis. Berbagai ide tentang lokasi pengamatan bagi masyarakat dan turis juga dikemukakan, termasuk pentingnya edukasi publik yang dilakukan bagi masyarakat kota Ternate dan juga kepada guru dan siswa. Hari itu sosialisasi sekaligus perjalanan untuk melakukan survei lokasi pun berakhir dengan wawancara koran lokal.

Sisa hari itu kami gunakan untuk mengunjungi Pantai Sulamadaha dan juga berbelanja oleh-oleh khas Ternate seperti aksesoris besi putih, bagea dan kue kenari. Sore itu kami menikmati sore di pantai Sulamadaha bersama anak-anak yang sedang bermain dengan ombak. Menyenangkan dan Pantai Sulamadaha jelas merupakan salah satu tujuan wisata bagi para pengamat gerhana yang datang di Ternate tahun depan.

Malam itu kami pun beristirahat dan keesokan harinya, kami meninggalkan Maluku Utara dan kembali ke Jakarta dengan Garuda. Kami kembali ke Jakarta dengan dipayungi cuaca cerah dan Matahari pagi tampak indah di ufuk meskipun langit Ternate dihiasi awan.

Pulau Ternate, Tidore, Mare, Moti dan Makian, merupakan pulau-pulau yang dapat dijadikan area pengamatan Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016. Garis tengah gerhana total akan melintas di antara Pulau Moti dan Makian. Pengamatan dari Ternate bisa menjadi pilihan yang menarik mengingat hanya di daerah ini terdapat hotel dan penginapan yang “cukup banyak” dibanding area lainnya di maluku Utara. Akses ke pulau-pulau tersebut juga dapat dilakukan dengan speedboat. Jadi untuk yang ingin berburu gerhana total dengan durasi 3 menit 14 detik bisa dilakukan dari area ini. Catatan penting, kehadiran Gunung Gamalama dan status gunung tersebut perlu diperhatikan. Selain itu kehadiran gunung berapi ini juga senantiasa dipayungi awan yang cukup tebal. Karena itu pemilihan lokasi pengamatan harus memperhatikan arah angin ke mana awan akan bergerak. Arah timur-tenggara menjadi lokasi yang cukup baik untuk menjadi area pengamatan di setiap pulau.

Maluku Utara merupakan area yang sangat potensial untuk melakukan pengamatan Gerhana Matahari Total 2016.  Area yang dilewati oleh totalitas di Maluku Utara juga cukup luas. Akan tetapi masih banyak PR yang harus diselesaikan terutama terkait fasilitas umum di daerah yang diharapkan di tahun mendatang bisa ada perbaikan. Jalan, listrik, telekomunikasi, fasilitas umum, penginapan masih menyisakan PR bagi pemerintah daerah untuk diperbaiki tidak hanya untuk GMT 2016 tapi juga untuk pengembangan daerah wisata Maluku Utara secara umum di masa depan.

Arah timur dari Hotel Bela Internasional. Kredit: Avivah Yamani
Arah timur dari Hotel Bela Internasional. Kredit: Avivah Yamani

Kemana anda akan melakukan pengamatan? Pilihan di tangan anda … satu hal yang pasti nikmati perjalanan anda di Maluku Utara tahun depan, karena ada banyak lokasi menarik yang juga bisa dikunjungi selama di sana. Di penghujung perjalanan Famtrip Survei GMT 2016, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pariwisata Indonesia atas dukungannya sehingga perjalanan ini dapat dilaksanakan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

astronomer. astronomy communicator by day. co-founder of langitselatan. new media practitioners. story teller and podcaster in the making. social media observer. web developer and web administrator by accident.

9 thoughts on “Survei GMT2016: Berburu Matahari di Ternate – Tidore

    1. Untuk saat ini kmai tidak mengkoordinir trip bareng. Tapi kalau mau bertemu di lokasi boleh saja. Kami akan melakukan perjalanan ke Maba, Halmahera Timur untuk mengadakan edukasi publik. Salam

  1. Saya warga Ternate yang sudah berdomisili di Ternate lebih dari 30 tahun dan tahu serta paham kultur, kuliner tempat wisata, sejarah dll yang berhubungan dengan kota Ternate. Saya siap membantu sebagai pemandu bagi orang luar yang berkeinginan untuk melihat momen spesial Gerhana Matahari Total tanggal 9 Maret 2015 nanti.

  2. Saya Pegawai Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Ternate, silakan cek website kami ternatesolareclipse.disbudpar-kotaternate.com utk info lanjut mngenai akomodasi pd saat gerhana nanti. Dari pemkot sndiri sedang bekerja keras utk mengakomodir semua wisatawan yg akan berkunjung ke ternate nanti. Sampai saat ini sdh tercatat 1300 wisman akan berkunjung ke ternate utk melihat gerhana nanti.

Tinggalkan Balasan